Rabu, 29 April 2015

Mau Gigi Sehat? Ini Tipsnya

Gigi Ku Bagus - Ingin memiliki senyum cantik yang menampakkan barisan gigi yang sempurna? Untuk itu, Anda harus menjaga kesehatan mulut dan gigi Anda. Gigi yang bersih dan putih tentu akan mempercantik senyum Anda. Nah, berikut adalah enam tips menjaga kesehatan gigi dan membuatnya tetap bersih.

1. Menyikat gigi secara teratur
Sikatlah gigi Anda minimal dua kali sehari. Anda disarankan untuk menyikat gigi 30 menit setelah makan makanan manis. Menyikat gigi dapat membantu untuk menghilangkan partikel makanan yang menempel di gigi. 

2. Benang gigi
Bersihkan gigi dengan benang setidaknya sekali sehari untuk membantu membersihkan sisa makanan menempel di gigi. Sebab, menyikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip di sela gigi. 

3. Periksa 6 bulan sekali
Untuk menghindari kerusakan gigi lebih lanjut, Anda disarankan untuk pergi ke dokter gigi 6 bulan sekali. Mencegah lebih baik daripada mengobati!

4. Makanan sehat untuk gigi
Anda harus mengurangi konsumsi junk food atau makanan ringan yang digoreng karena itu tidak baik untuk tubuh dan gigi Anda. Untuk menguatkan gigi, konsumsi makanan yang mengandung Vitamin C, Kalsium, dan Fosfor. 

5. Membersihkan lidah secara teratur
Kuman di lidah bisa merusak kesehatan gigi. Setelah selesai menyikat gigi, pastikan juga untuk membersihkan lidah Anda.

Senin, 27 April 2015

Begini Cara Atasi Gigi Ngilu Akibat Gigi Sensitif

Gigi Ku Bagus - Bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, studi kualitatif yang dilakukan Universitas Sheffield, Inggris, bekerja sama dengan GSK mengungkap bahwa gigi sensitif berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. 

Akhir pekan merupakan kesempatan bagi Fenita Arie dan keluarga untuk berwisata kuliner. Sayang keluhan ngilu akibat gigi sensitif acap kali mengganggu kegiatannya tersebut. ”Kami sekeluarga senang mencoba restoran baru. Tapi jadi enggak happy karena susah menikmati. Memang sih keluhan ini (gigi ngilu) datang dan pergi, tapi lama kelamaan jadi sering,” keluh ibu dua anak ini dalam acara konferensi pers Sensodyne Enjoy Tanpa Ngilu!di Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. 

Keluhan ini dia konsultasikan ke dokter gigi untuk minta ditambal, tetapi dokter mengatakan bahwa penyebabnya bukan lubang di gigi melainkan email yang tipis. Fenita mengaku salah satu bagian giginya agak meregang akibat tidak tuntas memakai kawat gigi. ”Akibatnya gusi saya menjadi turun,” ujarnya. Apa yang Fenita alami ternyata juga banyak dialami masyarakat umum. Memang gigi ngilu memang dapat membuat momen kebersamaan terganggu. 

”Ciri utama gigi sensitif adalah rasa sakit yang pendek dan tajam saat terkena rangsangan. Namun, keluhan ini biasanya hilang sehingga banyak orang merasa tidak perlu menindaklanjuti,” kata drg Jehezkiel Martua dari GlaxoSmithKline (GSK) Oral Health Care Expert Marketing. Pemicu kondisi tersebut adalah email gigi yang menipis karena gusi yang turun sehingga akar gigi atau dentinterekspos. 

Dentinini memiliki saluran-saluran yang sangat kecil yang langsung berhubungan dengan saraf gigi. Penyebabnya berbagai macam. Menurut dokter gigi yang akrab disapa Eki ini, kebiasaan menyikat gigi yang salah juga lama kelamaan membuat gusi turun. Penyebab lain adalah proses pemutihan gigi karena bahannya bersifat asam sehingga lapisan email akan menipis. Problem kesehatan ini dapat melanda berbagai usia, tapi kebanyakan adalah mereka yang masih berusia produktif, baik pria atau wanita. 

”Hampir 43% populasi pernah mengalami gigi sensitif. Ini tentu mengganggu karena karakter orang Indonesia itu doyan makan, di acara apa pun pasti ada makan-makannya,” kata Danny Hadhyan, Marketing Director GSK. Bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, dalam studi kualitatif yang dilakukan oleh Universitas Sheffield, Inggris, bekerja sama dengan GSK, disebutkan gigi sensitif berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. ”Kondisi ini berdampak pada aspek fungsional, emosional, dan sosial. Dampak fungsional misalnya kita jadi takut sikat gigi di bagian yang ngilu,” kata Eki. 

Karena dihantui rasa ngilu, Eki menyebutkan, kita pun membatasi diri untuk menikmati makanan dan minuman. Akibatnya bisa saja kebutuhan nutrisi jadi kurang tercukupi. Sementara, dampak emosional juga sangat jelas dan nyata dirasakan. Misalnya rasa terganggu oleh rasa ngilu yang tiba-tiba datang, rasa kesal karena tidak bisa menikmati makanan dan minuman favorit, hingga merasa terganggu karena harus menyusun strategi dalam mengatasi rasa ngilu, seperti mengubah cara makan dan minum. 

Para ahli di MayoClinic menegaskan, jika selama menyikat gigi, mengunyah atau minum Anda menghindari tempat yang sensitif ini karena rasa ngilu, berarti Anda memerlukan pengobatan. Untuk diketahui, rasa ngilu pada gigi bukan hanya karena gigi sensitif, karenanya harus konsultasikan. Adapun drg Laura Zaizavonna selaku GSK Oral Care Expert Marketing Consultant mengatakan, ada enam cara yang dapat dilakukan untuk menangani gigi sensitif. Nah yang utama pastinya dengan menyikat gigi dua kali sehari. 

Kemudian menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif, menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, tidak melakukan penyikatan gigi dengan tekanan berlebih, menghindari kebiasaan menggertakkan gigi, dan memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi secara rutin enam bulan sekali. Laura mengingatkan untuk menggosok gigi selama minimal dua menit, dengan gerakan memutar atau vertikal dari batas gusi hingga ujung gigi. 

Hindari gerakan horizontal karena cenderung akan mengikis leher gigi sehingga mudah terserang gigi sensitif. Batasi pula makanan yang sifatnya terlalu asam. Sebaliknya, tambahkan makanan berkalsium tinggi, seperti susu dan keju dalam diet Anda. Selain itu, tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman panas dan dingin secara beriringan. Sebab, saraf gigi butuh penyesuaian suhu. 

Salah satu inovasi mengatasi gigi sensitif adalah dengan menggunakan pasta gigi yang berteknologi NovaMin, yang mampu membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami untuk melindungi area gigi yang sensitif. Teknologi ini bekerja secara alami saat bercampur dengan air liur di dalam mulut. 

”Reaksi kimia dari NovaMin ketika berkontak langsung dengan air liur, ia akan menaikkan Ph mulut. Nah yang menyebabkan ion kalsium dan fosfat melepas dan membantu pembentukan kembali lapisan mineral gigi pada dentinyang terbuka,” kata Laura. 

Sumber Koran SINDO

Bagaimana Gigi Menjadi Gigi Sensitif

Gigi Ku Bagus - Banyak pilihan pasta gigi. Satu rumah sering kali menggunakan satu pasta gigi yang sama. Anda yang tak sensitif giginya bisa saja menggunakan pasta gigi sensitif. Sehingga khawatir gigi Anda lama-kelamaan menjadi sensitif.

Tapi menurut drg Saiful SpOrt kebiasaan menggunakan pasta gigi sensitif ternyata aman.

“Perlu diketahui penyebab gigi sensitif karena adanya penipisan di lapisan paling luar gigi atau email gigi. Sehingga lapisan tengah gigi yang disebut dentin gigi menjadi terbuka dan tampak terjadi penurunan gusi,” jelas dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjaharanie (AWS) tersebut.

Dentin atau yang disebut dengan leher gigi, rawan menjadi sensitif apabila terkena rangsangan dari makanan atau minuman yang dingin atau panas. Hal tersebut karena lapisan di leher gigi sangat tipis dan menyambung ke ujung saraf gigi.

“Saat ada rangsangan dari makanan dan minuman, ujung saraf langsung bereaksi dan memicu rasa ngilu yang tajam. Selain makanan dan minuman, udara dingin pun dapat membuat gigi sensitif terasa ngilu. Pengendara roda dua yang mungkin sering mengalami,” ujarnya.

Saiful juga menyebut kebiasaan buruk cara menyikat gigi yang kurang tepat menjadi faktor gigi sensitif.

“Gerakan menyikat gigi yang tepat adalah dengan memutar sikat gigi dari atas ke bawah untuk rahang atas, dan rahang bawah sebaliknya. Gerakan sikat gigi yang salah akan meninggalkan karang gigi, bila dibiarkan dapat menumpuk dan mendesak gusi,” papar Saiful.

Menyikat gigi dengan tekanan kuat menyebabkan penipisan lapisan email gigi. Upaya menyikat gigi sebersih mungkin dan terlalu sering juga membuat dentin gigi Anda terbuka. “Lebih baik menyikat rutin dengan perlahan dan gerakannya benar. Gunakan pula sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut,” ujarnya.

Gigi sensitif, lanjut Saiful memang tidak akan menimbulkan efek yang dapat memperburuk kesehatan gigi dan mulut, seperti kematian gigi yang akan menyebabkan infeksi gigi.

“Tetapi, rasa ngilu yang berkepanjangan akan membuat Anda tidak nyaman dan kesulitan untuk makan atau minum. Lebih baik segera diobati, biasanya dokter akan memberi penguat untuk lapisan gigi dan obat anti ngilu. Penggunaan gigi sensitif juga bisa dilakukan tetapi hanya untuk tahap awal, bila ngilu berlanjut pasta gigi tersebut tidak banyak membantu,” tegas Saiful.

Sabtu, 25 April 2015

Atasi Sakit Gigi Obat-Obatan Alami

Gigi Ku Bagus - Tak selalu perlu minum obat kimia untuk menghilangkan sakit gigi sebab ada juga bahan alami yang ampuh menghilangkan penyakit ini. Cenut-cenut di gigi memang mengganggu sekali, apalagi jika suasana sekitar sedang berisik. Deritanya pasti dapat membuat Anda naik darah dengan mudah, kan?

Tapi jangan khawatir sebab ada beberapa obat tradisional alami yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan sakit gigi tersebut. Dilansir oleh laman Vemale, ini dia obat sakit gigi alami:

Garam dan lada
Garam berperan sebagai antiseptik, sama seperti lada juga. Ambil lada bubuk dan campur dengan garam halus hingga menjadi pasta, ditambah sedikit air. Gunakan untuk mengompres bagian gigi yang sakit, atau gusi yang bengkak tersebut. Bilas setelah 5 menit, dan ulangi 3 kali sehari.

Cengkeh
Cengkeh banyak mengandung zat yang berfungsi sebagai anti inflamasi, antibakteri, antioksidan dan anestesi. Anda tinggal menghaluskannya, lalu beri beberapa tetes minyak kelapa. Gunakan Cotton bud untuk mengoleskan cengkeh tersebut ke gigi yang sakit. Diamkan sejenak, jangan sampai tertelan. Kumur-kumur setelah beberapa menit.

Bawang putih
Bawang putih pun bermanfaat sebagai antibakteri. Cara memakainya adalah dengan cara dihaluskan dan bubuhkan pada gigi yang sakit. Diamkan beberapa saat di gigi, kemudian kumur-kumur hingga bersih. Ulangi 3-4 kali sehari hingga sakit gigi hilang.

Selamat mencoba, semoga sakit gigi Anda segera hilang.

Sumber sidomi

Obati Rematik dan Sakit Gigi Dengan Kunyit

Gigi Ku Bagus - Kurkumin, pigmen kuning dari kunyit, telah lama digunakan untuk tujuan kesehatan dalam pengobatan Cina dan Ayurvedic.

Di antaranya untuk kondisi:
- pencernaan dan hati,
- kesulitan menstruasi,
- sakit gigi,
- Bahkan banyak yang mengatakan bahwa kunyit juga manjur untuk mengatasi rematik.

Hasil Penelitian

Para ilmuwan dari University of Arizona College of Medicine menyatakan bahwa kunyit dapat membantu mengatasi penyakit lain. Penyakit tersebut, yakni rheumatoid arthritis dan osteoporosis.

Itu terjadi karena ekstrak kurkuminoid yang ada pada kunyit mampu menghambat faktor NF-KB pada sendi. Ketika diaktifkan, faktor NF-KB bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan sendi.

Oleh sebab itu, kunyit dapat membantu menurunkan rasa sakit dan pembengkakan, meningkatkan mobilitas sendi. Juga mencegah keropos tulang.

Kurkumin juga dikenal sebagai antioksidan yang kuat. Antioksidan dapat melindungi sel-sel dari serangan radikal bebas.

Perlu diketahui, radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan sel dan penurunan sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya menimbulkan infeksi, penyakit degeneratif, dan kanker.

Dengan demikian, antioksidan seperti kurkumin memainkan peran kunci untuk menangani radang sendi dan juga dapat membantu untuk mencegahnya.

Sumber klikdokter.com

Cara Merawat Gigi dengan Benar

Gigu Ku Bagus - Sebagian besar masyarakat Indonesia memang menyikat giginya secara rutin, tetapi hanya sedikit sekali yang melakukannya dengan benar. Padahal, perawatan gigi dan mulut yang tepat berkaitan erat dengan kesehatan.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2014 memperlihatkan sekitar 94,2% masyarakat Indonesia menyikat gigi setiap hari, tetapi hanya 2,3% yang melakukannya dengan benar, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Sebagian besar penduduk Indonesia menyikat gigi saat mandi pagi maupun sore.

“Cara menyikat gigi yang benar harus diperhatikan,” kata Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Melanie S. Djamil, belum lama ini.

Dia menjelaskan cara menyikat gigi yang benar yaitu dimulai dari arah gusi ke gigi, atau dengan prinsip merah-putih. Merah untuk melambangkan gusi dan putih untuk melambangkan gigi. Selain itu, lakukan pula gerakan memutar dengan mulut tertutup.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah tidak boleh menggunakan sikat gigi yang sama lebih dari tiga bulan, sesuai anjuran American Dental Association (ADA). Mengapa? Ingatlah bahwa bulu sikat gigi menjadi tempat bersarangnya bakteri.

Peneliti dari the University of Manchester menemukan lebih dari 200 juta bakteri pada bulu sikat gigi, termasuk E.coli dan staphylococci. Bakteri sangat mudah dan cepat berkembang biak termasuk pada sikat gigi karena kondisi lembab, khususnya sikat gigi yang tidak terawat dan terlalu lama digunakan. Bakteri bisa pindah dari sikat gigi ke tubuh manusia melalui rongga mulut dan menimbulkan penyakit.

Dalam memilih sikat dan pasta gigi, kebanyakan orang Indonesia mengikuti kebiasaan keluarganya, tanpa tahu sikat atau pasta gigi mana yang paling tepat digunakan.

Perempuan yang akrab disapa Prof. Mel itu mengatakan sikat gigi yang baik memiliki ujung kepala yang mengecil sehingga bisa menjangkau bagian mulut belakang. Sikat gigi juga sebaiknya berbulu lembut agar tidak melukai gusi. Untuk gagangnya, pilih yang tidak terlalu berlekuk dengan ukuran yang sesuai dengan bentuk genggaman tangan. Menggunakan sikat gigi yang kurang tepat bisa merusak gigi.

Selain sikat gigi, pemilihan pasta gigi juga tidak kalah penting. Sebaiknya, perhatikan betul kandungan dan manfaatnya agar sesuai dengan kondisi gigi dan mulut.

Dia menjelaskan sisa makanan di dalam mulut akan berubah menjadi asam, sedangkan gigi sangat rentan akan serangan asam. Jika gigi terpapar asam terus menerus, kalsium gigi akan mengeropos dan gigi cepat rusak.

Oleh karenanya, penting agar masyarakat menggunakan pasta gigi yang dapat melindungi dari serangan asam tersebut yaitu dengan kandungan System Protective Layer (SPL).

Perempuan berjilbab ini tidak menganjurkan untuk bergonta-ganti pasta gigi dalam waktu cepat. “Beri waktu kerja dulu pasta giginya, masa belum memberi efek sudah ganti lagi,” katanya.

Jika perawatan gigi sudah dilakukan dengan benar, jangan lupa memperhatikan perawatan lidah. Lidah yang tidak pernah dibersihkan dalam waktu yang lama bisa saja akan mengalami kesulitan dalam mengecap. Cara membersihkan lidah yaitu menyikatnya dengan sikat gigi.

Nah, mulai sekarang, cobalah untuk selalu mengingat bahwa perawatan gigi dan mulut yang tepat akan membantu pemiliknya terhindar dari masalah yang menganggu seperti gigi berlubang atau bau mulut.

Sumber Bisnis.com

Pemakai Kawat Gigi Harus Jaga Kesehatan Mulut

Gigi Ku Bagus Untuk memperbaiki struktur gigi yang berantakan, pemakaian kawat gigi atau behel bisa menjadi pilihan. Sayangnya kawat gigi yang menempel justru mudahkan terjadinya penumpukan plak di gusi.

Sandra Olivia, dokter gigi spesialis Periodonsi dari Illena Dental Clinic mengatakan, plak yang menumpuk di gusi tersebut lama-kelamaan bisa membentuk karang gigi. Bila tidak ditangani, masalah ini bisa meningkatkan risiko radang gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Lama-kelamaan gigi akan goyang dan akhirnya tanggal (copot).

"Karang gigi terbentuk dari plak sisa makanan yang menempel dan mengeras. Pada orang-orang yang memakai kawat gigi, karang gigi bisa lebih mudah terbentuk. Makanya mereka jadi lebih sering punya masalah bau mulut," kata Sandra Olivia di Jakarta, Jum'at (24/4).

Karena itu, lanjut Sandra, pembersihan gigi pada orang-orang yang memakai kawat gigi harus lebih sering dilakukan. "Penggunaan sikat gigi juga harus yang khusus. Sebaiknya gunakan benang gigi (flossing) untuk membersihkan bagian yang sulit dijangkau," imbuhnya.

Kontrol rutin ke dokter gigi juga tak boleh diabadikan. Lakukan setidaknya satu bulan sekali. "Selain ke orthodontist, orang yang memakain kawat gigi juga perlu kontrol ke spesialis periodonsi, supaya kondisi gusi dan tulang penyangga giginya tetap terkontrol," pesan Sandra.

Sumber Berita Satu